aku tidak pernah pergi

setiap aku ingin pergi,
disitu aku akan banyak diinterogasi, hingga aku kesal dan akhirnya aku menyerah untuk kembali <3, ya, karena memang tak lain hakim itu menyuruhku kembali, karena dia tak bersalah ?
dan aku ? aku hanya pihak yang bermain-main dengan perasaan sendiri,

aku ingin mengenang ini,
sebenarnya ini adalah hal yang tersayang yang aku punya,

aku tidak pernah mau menyentuh senja,
tapi dia selalu berkata tidak papa, tidak akan menyilaukan
sekalipun aku tidak pernah mau menyentuhnya karena apa ?
karena dia pernah memberikannya kepada yang lainnya,
mungkin dia sedih, sama sepertiku saat hal yang ingin dia bersihkan dan ingin juga diberikan,
ditolak dengan halus, hanya perkara masa lalu :’)
aku tahu rasanya itu, tepat tahu,tapi kamu ?
kamu tidak pernah menunjukkan apa yang ada di masa lalumu,
walaupun aku terus menerus mencari celah untuk mengeluh kepadamu.
tapi rasanya alunanmu sekian hari, mematahkan semua satu-satu sendi di sayapku,
hingga aku sulit untuk “ingin terbang lagi”,

malam itu,
hampir dirimu menjadi korban,
namun tak sedikitpun kamu mengeluhkanku,
segalanya yang aku keluarkan bahkan, hanya menjadi ketenangan dan usahamu menahanku,
sampai aku terdiam menangis di depan layar dan aku tahu itu untukmu,
disitu aku ditawarkan mana “manis sesaat dan mana kenyataan yang manis”,
aku fikir selama ini jawabannya “manis sesaat”, bahkan tak kuduga jawaban layar itu,


tapi orang lain dihadapanku berkata jika kamu memberikan manis yang sebenarnya, lalu apa ? ini bukan hati anak yang sedang mencintainya, ini orang biasa yang mendengar aku dengannya.


jikalah sakit, itu untuk mencintaiku katanya,
jikalah jujur, itu untuk mencintaiku juga,
namun air mataku terus mencambukmu,
tapi tak sedikitpun kamu mengeluh rasa sakit terdesak perkataanku,
aku akui,
aku selalu menyerah di akhir emosiku,
karena apa ?
cintamu itu, meluluhka segenap air mata amarah yang ingin aku tutupi,
kamu bukan bayangan, bukan…..
kamu kenyataan yang benar-benar nyata….
yang selalu bisa aku pegang disaat aku butuh rasa tenang,
dan aku tak pernah diabaikan tuk sebuah kenyataan„
hanya aku yang kurang ajar, membiarkan kamu dan perasaanmu tergantung rasa ketidakpercayaanku„„
tapi sayapku sudah patah sayang„„
cintaku sudah mengendap„„
tenanglah, aku sudah bertahan disini„
jangan kau risaukan amarahku„,
ini bukan untuk menyakitimu„
aku tidak marah denganmu,
aku hanya takut kehilanganmu,
dan emosi ini hanya untuk menutupi rasa cemburuku„,

martha


1 2 3 4 5 »
Theme By: Heloísa Teixeira